Dewasa ini, sangat kentara diperhatikan bahwa hidup manusia tidak jauh-jauh dari penggunaan platform media sosial. Jika mengunjungi sebuah kafe atau kedai kopi, tidak sedikit yang dapat menahan hasrat untuk tidak update di platform media sosial. Sebut saja, generasi Instastory. Bagi seseorang dengan menyandang status influencer, kegiatan tersebut merupakan sebuah konten. Konten yang disajikan untuk dinikmati (atau bahkan dimaki?) oleh pengikutnya.

Kali ini, bukan influencer yang akan dibahas. Bukan juga Instastory, apa lagi kafe atau kedai kopi. Tapi sesuatu yang ada didalamnya, sesuatu yang tidak jauh-jauh dari hidup manusia di era serba digital ini: Konten.

Berbicara mengenai platformnya, dilansir dari MyVaartha, Facebook memiliki hampir 2 miliar pengguna dan Twitter memiliki 328 juta. Ukuran total audiens dari kedua platform tersebut hampir menyamai jumlah penduduk di suatu negara besar. Data tersebut belum didukung dengan data pengguna Instagram, sebanyak apa? Well, kurang lebih 60% pengguna login pada setiap harinya. Tercatat pengguna Instagram di dunia mencapai angka 1 Miliar pada Juni 2018, dan membuat platform tersebut sebagai media sosial terbesar setelah Facebook.

Apa yang dibagikan orang-orang dalam media sosialnya? Jika pertanyaan itu harus dijawab cepat, maka jawabannya adalah kegiatan sehari-hari penggunanya. Pada mulanya media sosial memang dibuat dengan tujuan untuk memperbanyak relasi dan membagikan kegiatan sehari-hari penggunanya kepada teman-teman.

Tetapi, sejak tahun 2017, pelaku bisnis di dunia mulai merajai media sosial, terutama dengan didukungnya fitur profil bisnis oleh Facebook dan juga Instagram. Dikutip dari jelajahdigital.co, lebih dari 80% akun Instagram telah mengikuti satu akun bisnis, dimana 200 juta pengguna diantaranya telah mengunjungi profil bisnis secara aktif setiap harinya.

Setelah berkembangnya e-commerce dan situs-situs jual beli online lainnya, beberapa bisnis atau perusahaan mulai menggencarkan penjualan dan pemasarannya melalui situs online, dengan memanfaatkan media sosial mereka. Istilah-istilah baru seperti Digital Marketing mulai marak dan menjadi salah satu konsentrasi dalam divisi sebuah perusahaan, sebagai tanda bahwa sebuah perusahaan mengikuti arus globalisasi, yaitu era digital.

Apa yang dilakukan perusahaan dalam melakukan kegiatan digital marketingnya? Banyak sekali. Terdapat istilah content marketing, SEO, social media management dan masih banyak lagi. Beberapa perusahaan melakukan strategi marketingnya dengan menyebarkan content marketing yang biasanya bersifat softselling. Content marketing adalah salah satu alat promosi yang dapat digunakan untuk menjalin kedekatan dengan konsumen dengan membagikan konten yang berkualitas bagi mereka.

Dengan memposting beberapa konten-konten ringan perusahaan dapat mendapatkan brand awareness dan engagement yang tinggi. Selain itu, tujuan dari pembuatan konten tersebut tentu saja yang paling utama adalah untuk mendatangkan leads, atau calon-calon pembeli jasa atau produk suatu perusahaan.

Beberapa konten yang dapat meningkatkan exposure dan juga engagement bisnis:

Meskipun baru hype pada akhir-akhir ini, konten merupakan senjata paling kuat dalam digital marketing dan akan memiliki andil besar dalam beberapa tahun mendatang.

Share quality content, not provocative content.

Source:

  • MyVaartha
  • Full Circle Digital
  • Jejakdigital.com
  • Unsplash